I. GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Kelahiran LSM di Aceh sejak pertengahan tahun 1980-an merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat partisipasi aktif rakyat dalam kehidupan bernegara yang demokratis. Dari beberapa aktifis Aceh yang sering berkumpul, tercetus keinginan bersama untuk saling mengikat dalam sebuah wadah, yang memperkuat sinergisasi antar LSM yang ada di Aceh. Inilah yang menjadi dorongan awal lahirnya Forum LSM Aceh.

Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh merupakan wadah komunikasi dan informasi antar sesama Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Aceh yang menempatkan upaya advokasi terhadap berbagai permasalahan rakyat sebagai bagian dari gerakan OMS Aceh dalam kerangka pemberdayaan dan penguatan masyarakat sipil. Sehingga, Forum LSM Aceh menjadi bagian dari jaringan perjuangan pemenuhan keadilan, peningkatan kontrol rakyat atas kebijakan, peradilan yang sehat serta penyelenggaraan negara yang baik, bersih dan berwibawa. Oleh karena itu seluruh kegiatan dan program Forum LSM Aceh beserta anggotanya diarahkan pada upaya–upaya penguatan hak–hak rakyat sebagai bagian dari upaya menuju masyarakat madani.

Sejak dari awal kelahirannya Forum LSM Aceh memegang tiga amanah penting bagi penguatan masyarakat sipil di Aceh dengan peran: Fasilitasi, Asistensi dan Advokasi. Melalui ketiga peran inilah Forum LSM Aceh mengaktualisasikan diri baik kedalam maupun keluar dengan semua stakeholder.

Terhadap isu-isu Good Governance dan Peace Building, dalam hubungannya ke eksternal lembaga baik dengan jaringan lain maupun dalam konteks kehidupan bernegara, Forum LSM Aceh tetap memelihara independensi, akuntabilitas, transparansi dan integritasnya sebagai Organisasi masyarakat sipil yang tangguh dan memihak kepada rakyat.

II. SEJARAH SINGKAT

Forum LSM Aceh dibentuk berdasarkan kesepakatan para aktifis LSM Aceh dalam musyawarah yang dilaksanakan di Sekretariat SCF pada 19 dan 24 Januari 1990. Dari hasi pertemuan tersebut dibentuklah Forum Regional Lembaga Swadaya Masyarakat Aceh yang masih berbentuk Working Group, disingkat FR-LSM Aceh. Working Group ini berfungsi sebagai wahana komunikasi dan informasi bagi LSM Aceh, kala itu.

Pada Musyawarah II tahun 1992 di Saree Aceh Besar dibentuk lembaga dipermanenkan dengan nama Forum Regional LSM (FR-LSM) Aceh. Selanjutnya dalam perjalanan dan dinamika organisasi pada akhirnya berdasarkan hasil Musyawarah IV tanggal 2 s/d 4 Januari 1997 Forum Regional LSM Aceh berubah menjadi Forum LSM Aceh. Forum LSM Aceh bertahan hingga dilaksanakannya Musyawarah VIII.

Perubahan kondisi Aceh yang sangat cepat dan berkembangnya paradigma baru dalam kehidupan ber LSM pada saat ini, menuntut Forum LSM untuk melakukan reformasi internal, terutama berhubungan dengan pembaruan mandat dan pola hubungan dengan anggota. Sehingga mandat terbaru yang dibebankan kepada Forum LSM Aceh adalah penguatan kelembagaan anggota Forum LSM Aceh, penanganan seluruh isu-isu anggota Forum LSM Aceh, serta advokasi terhadap kebijakan publik.

Terhadap isu-isu Good Governance dan Peace Building, dalam hubungannya ke eksternal lembaga baik dengan jaringan lain maupun dalam konteks kehidupan bernegara, Forum LSM Aceh tetap memelihara independensi, akuntabilitas, transparansi dan integritasnya sebagai Organisasi masyarakat sipil yang tangguh dan memihak kepada rakyat.

III. TUJUAN LEMBAGA

Forum LSM Aceh bertujuan untuk mewujudkan sistem bernegara dan bermasyarakat yang demokratis, berkeadilan serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

IV. DEFINISI

Forum LSM Aceh adalah: Lembaga nirlaba yang berbentuk jaringan, terdiri dari unsur-unsur anggota, pengurus, yang mendorong perubahan kebijakan untuk berpihak kepada rakyat di wilayah Aceh dengan sumber dana berasal dari iuran anggota, kerjasama yang tidak mengikat dan usaha-usaha lain.

V. VISI

Forum LSM Aceh memiliki visi terwujudnya masyarakat sipil yang memiliki posisi tawar rakyat terhadap negara dan modal dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokratris, keadilan serta hak asasi manusia menuju Organisasi Masyarakat Sipil yang mandiri.

VI. MISI

  1. Melaksanakan pemberdayaan anggota, masyarakat, advokasi kebijakan dan penguatan sumber daya organisasi;
  2. Melaksanakan prinsip tata kelola organisasi yang baik dan bersih.

VII. NILAI-NILAI

  1. Kesetaraan
  2. Demokrasi
  3. Keadilan
  4. Transparansi dan Akuntabilitas
  5. Anti Kekerasan
  6. Non Partisan

VIII. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Forum LSM Aceh berdasaran hasil Musyawarah VIII Forum LSM Aceh tanggal10 – 12 Juli 2009 adalah sebagai berikut:



Keterangan:
= garis koordinasi dan pelaksanaan
= garis konsultasi

Hasil Musyawarah VIII Forum LSM Aceh tanggal 10 – 12 Juli 2009 di Takengon – Aceh Tengah menetapkan jumlah anggotanya sebanyak 67 lembaga yang tersebar diseluruh Aceh. Struktur yang disepakati pada Musyawarah VIII Forum LSM Aceh masih sesuai dengan struktur periode 2006 - 2009. Dari hasil Musyawarah VIII fungsi kontrol dan evaluasi Sekretariat Forum LSM Aceh yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal masih berada pada Dewan Perwakilan Anggota (DPA), keduanya dipilih anggota Forum LSM Aceh. Proses kepengurusan dan penetapan calon anggota menjadi anggota tetap adalah melalui pengambilan keputusan tertinggi dalam musyawarah besar Forum LSM Aceh yang dilakukan setiap tiga tahun sekali.

Kekuasaan tertinggi organisasi dipegang oleh Musyawarah Forum LSM Aceh. Lembaga Legeslatif: Dewan Perwakilan Anggota (DPA), sesuai pasal 11 dan 12 Statuta Forum LSM Aceh, adalah badan legislatif yang berperan dalam melakukan perencanaan dan pengawasan di Forum LSM Aceh serta mewakili Forum LSM Aceh dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat kebijakan. Tugas serta wewenang DPA antara lain; bersama Eksekutif merumuskan kebijakan program dan anggaran Forum LSM Aceh, menampung dan memperjuangkan aspirasi anggota, membantu eksekutif dalam melakukan kerja-kerja asistensi dan fasilitasi. Serta mensyahkan anggaran rutin dan program kerja Forum LSM Aceh, melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap program kerja dan keuangan serta asset Forum LSM Aceh, dan juga melakukan musyawarah luar biasa atas usul anggota.

Lembaga Eksekutif : Sekretaris Jenderal (Sekjen), berdasarkan pasal 13 Statuta Forum LSM Aceh, adalah badan Eksekutif yang berperan, bertugas serta wewenang antara lain, menjalankan organisasi Forum LSM Aceh, melakukan perjanjian-perjanjian yang bersifat mengikat atas persetujuan DPA, menjalankan amanat musyawarah Forum LSM Aceh, merumuskan dan melakukan advokasi terhadap kebijakan publik sesuai dengan isu strategis Forum LSM Aceh, serta memfasilitasi kegiatan penguatan anggota sesuai dengan kemampuan Forum LSM Aceh.

IX. SUSUNAN PENGURUS PERIODE 2007-2009

1. Dewan Perwakilan Anggota

2. Eksekutif

Sekretaris Jendral :   Sudarman
Kabid. Program dan Fundrising : Arman Fauzi
Kabid. Advokasi Kebijakan Publik : Kholilullah P, SE
Kabid. Pelayanan Anggota dan Jaringan   : Saiful Hadi
Office Manager : Indah Wulandari, SE
Finance Manager : Sri Wahyuni, SE
Senior Program Officer : Husnil Edni, S.TP
Senior Program Officer : Ahmad Shalihin
Senior Program Officer : Sudirman
Accountant Officer : Aditya Ramanda, A.Md
Chasier : Sirka Nazira, SE
Driver : Maimun
Driver : Zulfan
Office Boy & Guard : Dedi Kurniawan

X. ANGGOTA

Jaringan Forum LSM Aceh tersebar di seluruh wilayah Aceh, informasi kelembagaannya secara umum sebagai berikut:

No. NAMA LEMBAGA SINGKATAN KABUPATEN/KOTA PIMPINAN
1. Yayasan Pembela Petani dan Nelayan Yayasan PAPAN Meulaboh Miska
2. Yayasan Pengembangan Kawasan YPK Aceh Barat T. Irwansyah
3. Forum Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup FORSIKAL Aceh Besar Basri A. Bakar
4. Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani YPSDI Aceh Besar Marzuki Sitanggang
5. Pusat Pengembangan Sumber Daya Alam PUSPA Aceh Tengah Jufriadi
6. Remaja Melati Tunas Marhamah RMTM Aceh Tenggara Yashut
7. Satya Pila (Usaha Muslim) Satya Pila Aceh Tenggara Tgk. Budiman M. Ali
8. Yayasan Biduk Alam YBA Aceh Timur Agus Syahputra
9. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat Aceh LPPM Aceh Banda Aceh Saiful Iski
10. Pagar Alam Semesta PASe Banda Aceh Khairul Azmi
11. Warisan Harta Nusantara WAHANA Banda Aceh Herman
12. Yayasan Karya Bersama YASMA Banda Aceh Dr. Iskanda MCL
13. Yayasan Ekowisata Aceh YEA Banda Aceh Desrizal
14. Yayasan Pembinaan Masyarakat Desa YADESA Banda Aceh H. Abdul Ghani Nurdin/ M. Yahya
15. Yayasan Sinar Desa Indonesia YASINDO Banda Aceh Mansur M. Kiran
16. Centre of Community Development and Education CCDE Banda Aceh Tabrani Yunis
17. Yayasan Pendidikan HIPPAYAT Aceh YPH Banda Aceh Armen Hasan
18. Lembaga Bantuan Hukum PAKAT TABeLA LBH – PAKAT TABeLA Aceh Besar Mirdas Ismail
19. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga LKBKHuWK Banda Aceh Ria Fitri
20. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia LP2SM Aceh Besar Nurbaiti
21. Lembaga Rakyat Marginal L – eReM Banda Aceh Ir. T. M. Zulfikar
22. Lembaga untuk Hak Azasi Manusia LeuHAM Banda Aceh Razikin
23. Lembaga Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup LPSELH/ISEED Banda Aceh Zainuddin M. Z.
24. Mitra Sejati Perempuan Indonesia MiSPI Banda Aceh Syarifah Rahmatillah
25. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Aceh PKBI Aceh Banda Aceh M. Yunus Ilyas, SE
26. Pusat Gerakan dan Advokasi Rakyat PUGAR Banda Aceh Zulhanuddin
27. Yayasan Flower Aceh Flower Aceh Banda Aceh Sorayya K.
28. Yayasan Ibnu Hasyim   Banda Aceh  
29. UKM BSPD UKM BSPD Banda Aceh  
30. Yayasan Aceh Mandiri YAM Banda Aceh  
31. Yayasan Anak Bangsa YAB Banda Aceh  
32. Yayasan Daulat Remaja YDR Banda Aceh Radjiah M. I.
33. Yayasan Daur Ulang Aceh YDUA Banda Aceh Nurjannah
34. Yayasan Garda Madina   Banda Aceh Tgk. M. Daud Y.
35. Yayasan Matahari   Banda Aceh Pujo Basuki
36. Yayasan Peuradeun Nanggroe YaPeuNa Banda Aceh Hamdam
37. Yayasan Rumpun Bambu Indonesia YRBI Banda Aceh M. Irwan
38. Yayasan Sahabat Muda untuk Pemberdayaan Rakyat Yayasan SAMUDRA Banda Aceh Mahdi dan Khairul Ridha
39. UMMAHAT   Banda Aceh M. Hasan Basri
40. Lembaga Pemberdayaan Umat LPU Banda Aceh Sayed M. Husein
41. Yayasan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia YAPESMA Langsa Ir. Munir Idris
42. Centre Development for Independent Studies CDIS Lhokseumawe Lailan Fajri
43. Lembaga Informasi Masyarakat Independen LIMID Lhokseumawe M. Yahya Alkadana
44. Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Azasi Manusia Aceh LPLHa Aceh Lhokseumawe Yusuf Ismail Pase
45. Yayasan Jabal Nur      
46. Yayasan Suara Hati Rakyat SAHARA Lhokseumawe Fauzi Ismail
47. Lembaga Bantuan Hukum Apik LBH APIK Lhokseumawe  
48. MADIKA   Lhokseumawe N. Ibrahim
49. Citra Desa Indonesia CDI Pidie Muharizal
50. Dayah Jeumala Amal DJA Pidie Tgk. Anwar Yusuf
51. KWPS Ar Rahmah   Pidie Syarifah Bahlena
52. Malem Dagang MADA Pidie Abdul Manaf U.
53. Yayasan Badan Koordinasi Pengembangan Sosial Masyarakat YBKPSM Pidie Muchtar Ibrahim
54. Mita Ileume   Sabang Syahrudin Syah
55. Menjago Vano   Simeulue M. Kamil H. Yatim
56. Yayasan Simeulue Lestari YSL Simeulue Syafril Yunus
57. Yayasan Insan Cita Madani YICM Banda Aceh Roy Fahlevi
58. Pemberdayaan Pengembangan Perempuan Aceh P3A Abdya Rahmah Rusli S. Ag
59. JARI Aceh   Lhokseumawe Khairul Hasni, SH
60. Masyarakat Kota Maskot Langsa Sofyan Hamid
61. Aceh Foundation Community & Education – NAD AFCE-NAD Langsa Izzudin
62. Lembaga Swadaya Bimbingan Masyarakat LS-BIMA Bireuen Marbawi
63. Yayasan Bungong Jeumpa YBJ Banda Aceh Wanti Maulidar
64. Serikat Pengembangan Swadaya Masyarakat SEPAKAT Lhokseumawe Edi Fadhil
65. Yayasan Pembaharuan Aceh YPS Banda aceh Safwan Nurdin
66. Yayasan Gampong Hutan Lestari YGHL Aceh Selatan Sarbunis
67. Yayasan Peduli Sabang YPS Sabang Irawan, SH

XI. PENGALAMAN LEMBAGA

Beberapa bentuk kegiatan yang telah dan sedang dilakukan oleh Forum LSM Aceh adalah sebagai berikut:

No.

PROGRAME

PARTNERS

PERIODE

1. Conflict Resolution Training Programe World Bank Running...
2. Peace Comedy Movie – Rum’eh World Bank April 2009-September 2009
3. Voter Education IRD-USAID Februari 2009-juli 2009
4. Monitoring EVER IRD-IFES-USAID Februari 2009-juli 2009
5. Advokasi Pergub Dana Hibah Aceh Development Fund  
6. Advokasi Qanun Pers Penyiaran yang Islami DRSP-USAID Mei 2008-Juli 2008
7. Advokasi Qanun Penyelenggaraan Pemerintahan dan Partisipasi Publik DRSP - USAID Maret 2008 – Mei 2008
8. Riset Strategi Pengalihan dan Pengelolaan Aset Pelayanan Dasar Publik Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kepada Pemerintah Aceh Purna Tugas BRR NAD - Nias BRR – Satker Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Februari 2008 – Maret 2008
9. Monitoring Implementasi Prolega BRR – Satker P2K September 2007 – Desember 2007
10. Ensiklopedi Aceh BRR – Satker Budaya Mei 2007 – Juli 2007
11. Advokasi Prolega DRSP – USAID Maret 2007 – Juli 2007
12. Penguatan Jejaring Forum LSM Aceh YAPPIKA Februari 2007 – Agustus 2008
13. Pelatihan Manajemen dan Marketing Bagi Pelaku Seni Tradisional Aceh BRR – Satker Budaya Desember 2006
14. Technical Assistant Quick Count NDI – Trocaire Desember 2006
15. Quick Count Pilkada Aceh NDI – CIDA – Trocaire November 2006 – Desember 2005
16. Training Of Trainers Quick Count NDI – Trocaire November 2006
17. Training Pendidikan dan Budaya Damai BRR – Satker Budaya November 2006
18. Pilkadasung Aceh   Oktober 2006 – Desember 2006
19. Project Management Training for Aceh – Based NGO’s DHV Consultant September 2006
20. Technical Assistant VRA NDI September 2006
21. Training Pemantauan untuk Anggota KIP LGSP – USAID Agustus 2006
22. Activities Support for KIP: Publikasi Visi, Misi dan Nilai-nilai Integritas Penyelenggara Pilkada (KIP) Melalui Baliho LGSP – USAID Juli 2006 – Desember 2006
23. Voter Registration Audit (VRA) NDI Juli 2006 – September 2007
24. Advokasi Revisi Qanun Pilkada DRSP – USAID Juni 2006 – Agustus 2006
25. Workshop Dukungan CSO untuk Perdamaian DAI – USAID Mei 2006
26. Kegiatan Diskusi Publik Hasil Penelitian BRR – Satker Depag Mei 2006
27. Workshop Logistik dan Training Intergritas JICA Maret 2006 –April 2006
28. Seminar & Workshop: Membangun Strategi Dukungan CSO Aceh dalam Mengisi Proses Damai Paska MoU Helsinki DAI – USAID Februari 2006 – Maret 2006
29. FGD Prolegda BRR – Satker P2K Januari 2006
30. Follow Up Green Conference SGP – UNDP Desember 2005 – Juli 2007
32. NIS TII 2005
33. Local Respon Study TEC – UNDP 2005
34. Voter Registration LGSP – USAID 2005
35. Media Campaign Green Conference Aceh Kita 2005
36. Posko Kemanusiaan Bersama Pemda Sleman – Yogyakarta 2005
37. Program Penguatan Divisi Informasi dan PMSAPT WWF – KAS 2005
38. Program Emergency Relief KMS 2005
39. Program Recovery Aceh Paska Bencana TIFA dan PKM – KMS 2005
40. Program Pilkada YAPPIKA 2004
41. Program Pemilu YAPPIKA Januari 2004 – Desember 2004
42. Semiloka Pemilu OCPR 2004
43. Program Kontrol Masyarakat Pada Program Gema Assalam NAD Melalui Diskusi dan Aksi (DesAK) USAID – CSSP 2003 – April 2004
44. Strategic Planning (Non Programe) USAID – CSSP 2003
45. Program Pemberdayaan Lembaga Mukim The World Bank November 2002 – April 2003

XII. PENUTUP

Demikianlah ringkasan profil Forum LSM Aceh periode 2009 – 2012, bersama ini pula Forum LSM Aceh menyatakan siap untuk bekerjasama dengan pihak mana saja yang seyogyanya bersedia mendukung penguatan anggota jaringan Forum LSM Aceh serta penguatan azas-azas demokrasi di Aceh. Kesiapan Forum LSM Aceh tidak hanya didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, namun juga didukung oleh sistem manajemen keorganisasian yang teratur, baik dalam hal manajemen program, manajemen kantor maupun manajemen keuangan.